Selasa, 24 November 2009

KLASIFIKASI BERBAGAI TIPE IKLIM

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim

  • Letak garis lintang

  • Letak tinggi suatu tempat

  • Pengaruh daratan yang luas

  • Lokasi :dekat laut, dekat danau, dan daerah padang pasir

  • Daerah pegunungan yang dapat mempengaruhi posisi bayangan hujan

  • Suhu udara dan awan

  • Kelembaban udara dan awan

  • Banyak sedikitnya curah hujan

  • Pengaruh arus laut

  • Panjang pendeknya musim

  • Pengaruh topografi dan vegetasi


2. Macam-macam iklim

a. Iklim Matahari

Teori, ”makin jauh dari khatulistiwa, makin besar sudut datang sinar matahari, sehingga makin sedikit jumlah sinar matahari yang diterima”.

Pembagian daerah iklim matahari berdasarkan pada letak lintang :

  • Daerah iklim tropis : 0­­­­­o LU – 23,5o LU dan 0­­­­­o LS - 23,5o LS

  • Daerah iklim sedang : 23,5o LU - 66,5o LU dan 23,5o LS - 66,5o LS

  • Daerah iklim dingin : 66,5o LU - 90,5o LU dan 66,5o LS - 90,5o LS


b. Iklim Fisis

Iklim yang didasarkan pada pembagian daerah menurut kenyataan sesungguhnya sebagai pengaruh dari faktor-faktor fisis berikut :

  • Pengaruh daratan yang luas

  • Pengaruh lautan

  • Pengaruh angin

  • Pengaruh arus laut

  • Pengaruh vegetasi

  • Pengaruh topografi

Pembagian iklim fisis :

  1. Iklim kontinental

  2. Iklim gurun

  3. Iklim pegunungan

  4. Iklim tundra

c. Iklim menurut koppen


  • Iklim A, yaitu iklim hujan tropis, dengan ciri temperatur bulanan rata-rata lebih dari 18 oC, suhu tahunan 20 oC – 25 oC dengan curah hujan bulanan lebih dari 60 mm.

  • Iklim B, yaitu iklim kering/gurun

  • Dengan ciri curah hujan lebih kecil daripada penguapan, daerah ini terbagi menjadi Iklim stepa dan gurun.

3. Iklim C, yaitu iklim sedang basah

Dengan ciri temperatur bulan terdingin -3 oC - 18 oC, daerah ini terbagai menjadi :

  • Cs (iklim sedang laut dengan musim panas yang kering)

  • Cw (iklim sedang laut dengan musim dingin yang kering)

  • Cf (iklim sedang darat dengan hujan dalam semua bulan)

4. Iklim D, yaitu iklim dingin

Dengan ciri temperatur bulan terdingin kurang dari 3 oC dan temperatur bulan terpanas lebih dari 10 oC, daerah ini terbagi menjadi Dw, Df

  • Dw adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering

  • Df adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.

5. Iklim E, yaitu iklim kutub.

Dengan ciri bulan terpanas temperaturnya kurang dari 10 oC Daerah ini terbagi menjadi :

  • ET Iklim tundra

  • DF Iklim salju

d. iklim menurut Schmidt – Ferguson

Schmidt dan Ferguson membagi iklim berdasarkan banyaknya curah hujan pada tiap bulan yang dirumuskan sebagai berikut :

Di Indonesia terbagi menjadi 8 tipe Iklim :

A. kategori sangat basah, nilai Q = 0 – 14,3 %

B. kategori basah, nilai Q = 14,3 – 33,3 %

C. kategori agak basah nilai Q 33,3 – 60 %

D. kategori sedang, nilai Q = 60 – 100 %

E. kategori agak kering, nilai Q = 100 – 167 %

F. kategori kering, nilai Q = 167 – 300 %

G. kategori sangat kering, nilai Q = 300 – 700 %

H. kategori luar biasa kering, nilai Q = lebih dari 700

Untuk menentukan bulan kering dan bulan basah menggunakan klasifikasi Mohr :

e. Klasifikasi Iklim Oldeman

Oldeman membagi iklim menjadi 5 tipe iklim yaitu :

  1. Iklim A. Iklim yang memiliki bulan basah lebih dari 9 kali berturut-turut

  2. Iklim B. Iklim yang memiliki bulan basah 7-9 kali berturut-turut

  3. Iklim C. Iklim yang memiliki bulan basah 5-6 kali berturut-turut

  4. Iklim D. Iklim yang memiliki bulan basah 3-4 kali berturut-turut

Berdasarkan urutan bulan basah dan kering dengan ketententuan tertentu diurutkan sebagai berikut:

    • Bulan basah bila curah hujan lebih dari 200 mm

    • Bulan lembab bila curah hujan 100 – 200 mm

    • Bulan kering bila curah hujan kurang dari 100 mm


A : Jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.

B : Jika terdapat 7 – 9 bulan basah berurutan.

C : Jika terdapat 5 – 6 bulan basah berurutan.

D : Jika terdapat 3 – 4 bulan basah berurutan.

E : Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan.


Pada dasarnya Kriteria bulan basah dan bulan kering yang dipakai Oldeman berbeda dengan yang digunakan oleh Koppen ataupun Schmidt – Ferguson. Bulan basah yang digunakan Oldeman adalah sebagai berikut: Bulan basah apabila curah hujan lebih dari 200 mm. Bulan lembab apabila curah hujannya 100 - 200 mm. Bulan kering apabila curah hujannya kurang dari 100 mm.


f. Klasifikasi Iklim Yunghunh

Pembagian iklim didasarkan pada ketinggian tempat yang ditandai dengan jenis vegetasi, zone iklimnya adalah terbagi lima zone:

  • Zone iklim panas.Ketinggian 0 – 700 m, suhu rata-rata tahunan lebih 22 C ( padi, jagung, tebu dan kelapa).

  • Zone iklim sedang.Ketinggian 700-1500m, suhu rata-rata tahunan antara 15 – 22 C ( kopi, the, kina dan karet).

  • Zone iklim sejuk.Ketinggian.1500 – 2500, suhu rata-rata tahunan 11 C – 15 C (cocok tanaman holtikultura).

  • Zone iklim dingin.Ketinggian 2500 – 4000m, dengan suhu rata-rata tahunan 11 C (zone ini tumbuhan yang ada berupa lumut).

  • Zone iklim salju tropis. Ketinggian lebih dari 4000m dari permukaan laut, di daerah ini tidak terdapat tumbuhan.